POTRET KEMISKINAN WARGA JOMBANG (3)

oleh
Sekda Jombang Bungkam Tak Mau Tanggapi Keberadaan Warganya yang Hidup Di Bawah Garis Kemiskinan

Sekda Jombang Bungkam Tak Mau Tanggapi Keberadaan Warganya yang Hidup Di Bawah Garis Kemiskinan

JOMBANG.kilasrepublik.com- Di usia senjanya, perjalanan Hidup Sutaji (80) warga Dusun Brudu, Desa Brudu, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang,sungguh sangat miris. Usianya yang sudah menginjak 80 tahun ini, harus berjuang hidup sendiri, lantaran tak memiliki keluarga yang peduli lagi dengannya.

Sutaji hidup di bawah kebun bambu di tengah desa yang makmur, yang di batasi oleh area persawahan yang subur. Namun kondisi desa dan rumahnya sangat bertolak belakang. Bahkan disekitar gubug yang di tinggalnya, terdapat rumah gedung yang penghuninya masih di atas rata-rata tingkat perekonomianya.

Pantang meminta itulah kalimat yang pernah disampaikan Sutaji,  meski dirinya kekurangan dalam hal ekonomi. Namun ia merasa lebih kaya dengan kemandirianya.  Becak dan gubug reyot menjadi andalannya untuk bertahan hidup. Meskipun gubug yang di tempatinya sangat tak layak huni.

Sepuluh tahun sudah berlalu. Tak satupun orang menyentuh gubug Sutaji. Meski sudah terdaftar sebagai warga miskin dan mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat berupa BPNT dan sembako. Namun hal itu hanya cukup dibuat untuk beberapa  pekan saja. Selanjutnya Sutaji berjuang keras memnuhi kebutuhan hidupnya sendiri dengan mengayuh becak mencari rongsokan, untuk dijual  dan dibuat makan sehari hari.